Buku Pembuatan Kapal Tanpa Awak Untuk Pemetaan Dasar Laut

0 comments
Buku Pembuatan Kapal Tanpa Awak Untuk Pemetaan Dasar Laut
DETAIL

Penerbit : Deepublish
ISBN :978-623-7022-08-4
Penulis : Voni Azali Putra
Tahun : 2018
Berat : 300 gram
Ukuran :15.5×23 cm
Halaman :122 halaman
Harga : Rp91.000 (Cetak setelah Order)


ULASAN

Buku ini terdiri dari beberapa bab. Bab pertama membahas tentang pemetaan dasar laut atau batimetri, bab dua membahas tentang kapal tanpa awak atau usv, bab tiga membahas tentang mengenal board Arduino, bab empat membahas tentang mengenal aplikasi arduino ide, dan bab lima membahas tentang mengenal komponen kapal tanpa awak dan cara menggunakannya
Adapun bab enam membahas tentang mengenal alat pemetaan dasar laut, bab tujuh membahas tentang merangkai dan pemrograman komponen usv, bab delapan membahas tentang tahapan sebelum melakukan pemeruman, bab sembilan membahas tentang tahapan pemeruman atau proses pengambilan data lapangan, dan bab sepuluh membahas tentang pengolahan data.
Pemetaan pemetaan dasar laut atau biasa disebut dengan batimetri pada umumnya dilakukan pada daerah perairan yang luas dan relatif dalam seperti lepas pantai. Pemetaan batimetri dilakukan untuk mengetahui kedalaman suatu perairan dan bentuk topografi dasar lautnya. Awalnya batimetri mengacu kepada pengukuran ke dalam samudra, dan pengukuran batimetri dilakukan dengan menurunkan tali atau kabel hingga ke dasar laut dengan menggunakan kapal pada titik koordinat tertentu. Namun, teknik ini hanya pengukur titik kedalaman secara singular dalam satu waktu hingga kurang efesien, dan penggunaan kapal secara manual membuat biaya menjadi lebih besar dan berisiko tinggi. Pemetaan batimetri yang dilakukan pada suatu wilayah perairan harus memenuhi standar yang dikeluarkan IHO (International Hydrographic Organization). Standar ini mengatur tentang aturan lajur pemeruman dan titik perum yang harus sesuai dengan skala peta yang direncanakan (Soeprapto, 2001).
Survei dan pemetaan dasar laut telah mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan meningkatnya kebutuhan informasikan sumber daya laut. Survei dan pemetaan dasar laut merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh informasi spasial berupa bentuk topografi dasar laut dalam bentuk peta Batimetri. Proses pembuatan peta Batimetri terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap pengumpulan data (collections), pengolahan data (processing) dan penyajian informasi (visualisation). Pada tahap pertama, dikenal berbagai metode dalam pengumpulan data, salah satu di antaranya dengan bantuan teknologi gelombang akustik atau sonar (sound navigation and ranging), di mana instrumennya berupa multibeam Echosounder (Parikesit, 2008).