Buku Ilmu Pelayaran Astronomi

0 comments
Buku Ilmu Pelayaran Astronomi
DETAIL

Penerbit : Deepublish
ISBN :978-602-8981-88-0
Penulis :Capt. H. R. Soebekti, S.M.Mar.
Tahun : -
Berat : 300 gram
Ukuran :14×20 cm
Halaman :248 halaman
Harga : Rp86.000 (Cetak setelah Order)


ULASAN

“Astronomi adalah Ilmu Pengetahuan yang mempelajari benda-benda angkasa/langit secara umum, dan yang terbagi dalam bagian teori dan bagian praktik Sedangkan “Falak” artinya “Orbit” atau “Lintasan” benda-benda langit, sehingga Ilmu Falak adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari lintasan benda langit – khususnya bumi – bulan dan matahari – pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda-benda langit antara satu dan lainnya. Untuk kepentingan menghitung tinggi sejati dan Azimut benda-benda angkasa, hingga memperoleh posisi (sejati) kapal, kita dapati tiga metode, sebagai berikut: 1) Rumus/Aturan Cosinus dari segitiga bila bola dan/atau Kalkulator saku. 2) RUmus/Aturan Contangens dari segitiga bola dan Daftar Logaritma. 3) Daftar Khusus Perbaikan Tinggi dan Azimut benda angkasa. Dalam Model Course 7.03 disebut istilah “CELESTIAL NAVIGATION” sedangkan dalam Bahan Ajar ini disebut sebagai “PELAYARAN ASTRONOMI”. SIngktanya : Celestial Navigation = Navigasi Angkasa = Pelayaran Angkasa = Pelayaran Astronomi.
Jadi dalam penerapannya : Ilmu Falak / Ilmu Bintang yang dipelajari dalam bidang pelayaran adalah ilmu dan seni  berlayar dengan bantuan matahari, bulan, planet-planet dan sejumlah bintang-bintang guna menentukan posisi  kapal di laut bebas ataupun Samudra. (Pada waktu daratan / pulau-pulau tidak tampak lagi).
Bulatan mana yang berongga; titik pusatnya berimpit dengan titik pusat bumi, dengan jari-jari yang tak terhingga besarnya, semua benda angkasa seolah-olah berada pada permukaan bulatan tersebut. Si penilik menganggap dirinya berada di pusat bulatan angkasa. Jari-jari bulatan tersebut adalah demikian besarnya, sehingga ukuran-ukuran bumi tidak ada artinya sama sekali.
Tempat letak benda angkasa belum ditentukan hanya dengan tingginya saja. Selanjutnya, kedudukan bidang
vertical benda angkasa tersebut haruslah diketahui pula, misalnya kita nyatakan dengan UPA, ialah yang disebut
azimut benda angkasa. Dari gerakan bintang-bintang diketahui, bahwa jaraknya satu sama lain tidak berubah.